Penari Lengger dan lanskap pegunungan Patakbanteng
Warisan yang terus hidup

Budaya yang Hidup di Patakbanteng

Mengenal Tari Lengger, Baritan Terang Bulan, dan nilai kebersamaan masyarakat di lereng Gunung Prau.

Tari Lengger Baritan Terang Bulan Nilai kebersamaan
Kearifan lokal

Bukan sekadar pertunjukan, tetapi cara masyarakat menjaga hubungan

Budaya Patakbanteng hadir dalam tarian, tradisi, doa bersama, rasa syukur atas hasil bumi, serta kepedulian terhadap sumber air dan lingkungan desa.

Tari Lengger
Kesenian tradisional

Tari Lengger

Tari Lengger merupakan bagian dari identitas budaya masyarakat Patakbanteng. Tarian ini hadir dalam acara adat dan festival budaya sebagai ekspresi kegembiraan, rasa syukur, kebersamaan, dan spiritualitas.

Tari tradisional Acara adat Festival budaya
1Gerak, topeng, kostum, dan musik pengiring membentuk satu pertunjukan yang utuh.
2Pementasan menjadi ruang bertemu dan merayakan kebersamaan masyarakat.
Baritan Terang Bulan
Tradisi masyarakat

Baritan Terang Bulan

Baritan Terang Bulan dilaksanakan pada bulan Suro, malam ke-10 kalender Jawa. Tradisi ini menjadi ungkapan syukur atas hasil panen sekaligus doa untuk keselamatan dan kesejahteraan desa.

Bulan Suro Malam ke-10 Doa dan rasa syukur
1Rangkaian Baritan mencakup kegiatan membersihkan sumber mata air.
2Warga berdoa dan bersedekah bersama sebagai bagian dari tradisi.
3Tradisi memperkuat hubungan yang setara, solidaritas, dan nilai hidup bersama.
Nilai budaya

Nilai yang diwariskan melalui tradisi

Rasa Syukur

Menghargai hasil bumi, keselamatan, dan kehidupan masyarakat pegunungan.

Kebersamaan

Tradisi menjadi ruang bagi warga untuk bertemu, berdoa, berbagi, dan bergerak bersama.

Harmoni dengan Alam

Sumber air, hasil pertanian, pegunungan, dan lingkungan menjadi bagian penting kehidupan budaya.

Galeri budaya

Budaya dalam Gambar

Pertunjukan Tari Lengger
Topeng dalam kesenian Lengger
Alat musik pengiring pertunjukan budaya
Baritan Terang Bulan